INFO PALESTINA

Kamis, 07 Agustus 2008

SANG MUROBBI [trailer]

yang mau melihat trailernya silahkan klik di bawah ini :

SANG MUROBBI [trailer]

SANG MUROBBI [sinopsis]


Sinopsis


Film ini berkisah tentang perjalanan dakwah Ustadz Rahmat Abdullah. Berawal dari persepsi positif Ustadz Rahmat muda tentang profesi guru, yang merupakan rekfleksi cita-citanya saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Setiap kali ditanya orang, apa cita-citanya, ia akan menjawab dengan mantap: menjadi guru!

Persepsi itu kemudian menjadi elan vital yang menggerakkan seluruh energi hidup Ustadz Rahmat, ketika ia menimba ilmu di pesantren Asy Syafiiyah di bawah asuhan KH Abdullah Syafii. Bakat besar dan pemikirannya yang brilian, menjadikan Ustadz Rahmat dikagumi oleh setiap orang, terutama gurunya, KH Abdullah Syafii, yang menjadikan Ustad Rahmat muda sebagai murid kesayangannya.

Ustadz Rahmat muda mulai merintis kariernya sebagai guru selulus dari Asy Syafiiyah. Selain di almamaternya, ia juga mengajar di sekolah dasar Islam lainnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Perjalanan karier yang dipilihnya itu kemudian mempertemukannya dengan guru keduanya, Ustadz Bakir Said Abduh yang mengelola Rumah Pendidikan Islam (RPI). Melalui ustadz lulusan pergururan tinggi di Mesir itu, Ustadz Rahmat banyak membaca buku-buku karya ulama Ikhwanul Muslimin, salah satunya adalah buku Da'watuna (Hasan Al-Bana) yang kemudian ia terjemahankan menjadi Dakwah Kami Kemarin dan Hari Ini (Pustaka Amanah).

Situasi ini, membuat potensi bakat Ustadz Rahmat Abdullah melejit dengan banyaknya referensi bacaan yang ia konsumsi, mulai dari kitab Arab klasik yang sudah sulit dicari, sampai buku-buku sastra dan budaya. Ia pun dikenal sebagai dai yang lengkap, karena tidak cuma menguasai ilmu-ilmu Islam yang “standard” tetapi juga persoalan-persoalan kontemporer.

Potret paripurna kedaian Ustadz Rahmat terlihat ketika ia membina para pemuda di lingkungan rumahnya di kawasan Kuningan. Ustadz Rahmat menggunakan pendekatan yang masih sangat langka di kalangan dai, yaitu dengan grup teater yang didirikannya. Para pemuda itu diasuhnya dalam organisasi bernama Pemuda Raudhatul Falah (PARAF) yang menghidupkan masjid Raudhatul Falah di bilangan Kuningan dengan kegiatan-kegiatan keislaman.

Pementasan grup teater binaan Ustadz Rahmat muda itu mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Salah satunya adalah pementasan berjudul Perang Yarmuk. Pada pementasan inilah, Ustadz Rahmat dan para pemuda PARAF harus berhadapan dengan aparat yang mencoba membubarkan pementasan.

Akibat pementasan itu, Ustadz Rahmat dikenai wajib lapor. Tapi, hingga hari ini, Ustadz Rahmat tidak pernah mau meladeni aturan yang menindas kebebasan itu.

“Saya tidak akan pernah datang ke kantor kalian,” kata Ustadz Rahmat kepada Suryo, seorang aparat yang bertugas menyatroninya. “Kalau ibu saya yang memanggil, baru saya mau datang.”

Keteguhan pada prinsip dan ketegasan sikapnya itulah yang membuat Suryo ngeper. Hingga bertahun kemudian keteguhan dan ketegasan itu tetap terpelihara dengan baik, meski Almarhum harus terlibat dalam wasilah (sarana) dakwah bernama partai. Ia tetap dikenal sebagai guru ngaji, inspirator kaum muda yang progresif dan berpikiran jauh ke depan. Undangan daurah satu ke daurah yang lain tetap disambanginya. Tak ada yang berubah, termasuk ciri khas yang menjadi warisan dari kedua orang tuanya yang mulia: kesederhanaan.

Ustadz Rahmat memang berada di jenjang tertinggi partai, serta terpilih pula sebagai wakil rakyat di DPR pusat. Namun, ia kerap dipergoki sedang menyetop bus kota untuk mendatangi sebuah undangan. Ia kerap terlihat jalan kaki untuk jarak yang cukup jauh. Tak ada yang berubah, karena ia sadar betul bahwa langkah itulah yang dimulainya dulu sebagai permulaan di jalan dakwah.

Hingga akhirnya, di sebuah hari yang sibuk dan berat, Ustadz Rahmat merasakah tanda-tanda kesehatannya terganggu. Namun, rasa tanggung jawabnya yang besar terhadap amanah dakwah, membuat ia tak begitu mempedulikan tanda-tanda itu.

Ia masih terlibat dalam sebuah syuro penting. Lalu, saat adzan berkumandang dan ia beranjak untuk memenuhi panggilan suci itu, ia berjalan ke tempat wudhu. Saat berwudhu, tanda-tanda itu makin kuat, menelikung pembuluh darah di bagian lehernya. Ia coba untuk menyempurnakan wudhunya, tapi rasa sakit yang merejam-rejam kepalanya membuatnya limbung.

Disaksikan oleh Ustadz Mahfudzi, salah seorang muridnya, Ustadz Rahmat nyaris terjatuh. Ustadz Mahfudzi cepat memapahnya, lalu mencoba menyelamatkan situasi. Tetapi Allah lebih sayang kepada Ustadz Rahmat Abdullah. Innalillahi wa innailaihi raaji'uun...Syaikhut Tarbiyah itu meninggalkan kita dengan senyum yang amat tulus...hujan air mata dari seluruh pelosok tempat mengiringi kepulangan beliau.

Sumber : SangMurobbi

PKS Serius Jaring Doktor

REPUBLIKA
JAKARTA -- Di saat partai-partai lain sibuk mencalonkan artis dan figur-figur populer, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) justru menjaring orang-orang yang bergelar doktor. PKS menolak langkah mereka dianggap hanya sebatas gaya-gayaan.

''Langkah PKS untuk menjaring orang-orang yang bergelar doktor tidak untuk gaya-gayaan. Juga, bukan untuk menyepelekan orang-orang yang tidak berpendidikan tinggi,'' ungkap Jazuli Juwaini, di Jakarta, Rabu (6/8).

Upaya yang ditempuh PKS, menurutnya, karena keinginan untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa. PKS ingin memberikan penghargaan terhadap dunia pendidikan, intelektual, dan ilmu pengetahuan. ''Saat ini, banyak doktor yang mengeluh karena kurang mendapat tempat yang layak sesuai keahliannya. Akibatnya, banyak yang akhirnya pergi ke luar negeri,'' paparnya.

Ditegaskan Jazuli, PKS ingin membangun kualitas SDM yang mapan dan berintegritas dengan tujuan untuk mempertahankan jati diri serta kehormatan bangsa. Diingatkannya, Malaysia saat ini melakukan lompatan yang signifikan. Ini karena Malaysia bisa membangun SDM yang berkualitas.

''Ketika pemimpin memiliki pengetahuan luas, dalam, dan tinggi maka diharapkan mampu melakukan terobosan-terobosan untuk menyelesaikan masalah bangsa,'' paparnya.Jumlah penduduk Indonesia yang banyak akan menjadi potensi yang sangat besar, kalau diimbangi dengan pendidikan yang baik. Dengan begitu, Indonesia akan siap bersaing dengan bangsa-bangsa lainnya. dwo


Meutia: Jangan Pilih Partai yang tak Peduli Perempuan

JAKARTA -- Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Meutia Hatta, mengimbau calon pemilih dalam Pemilu Legislatif 2009 supaya jangan memilih partai yang tidak memberi perhatian kepada perempuan.''Kita harus kritis. Kita harus dobrak dominasi partai yang susah untuk memberi kesempatan kepada perempuan,'' kata Meutia, pada orientasi advokasi Undang-undang Politik bagi media massa dan perguruan tinggi di Depok, Selasa (5/8) malam.

Diakui Meutia, perempuan masih cukup langka untuk terjun ke politik, namun berdasarkan Undang-undang No 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dinyatakan bahwa keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30 persen pada kepengurusan partai politik maupun sebagai anggota legislatif.Perempuan, kata Menteri, kalau tidak diberdayakan, membuat pembangunan akan pincang. Hal ini karena perempuan adalah aset pembangunan dan bukan merupakan beban atau hambatan.

''Oleh sebab itu, peranan media massa dan perguruan tinggi sangat penting untuk ikut mendorong perempuan mengisi keterwakilannya di partai politik maupun di parlemen. Undang-undang pun telah mengamanatkan pembangunan manusia tanpa membedakan jenis kelamin dan tidak diskriminasi,'' katanya.Sementara itu, Koordinator Aliansi Masyarakat Sipil Untuk Revisi Undang-undang Partai Politik, Yuda Irlang, menguraikan keterwakilan perempuan masih sangat rendah. ant

Zainuddin MZ dan Rhoma Kembali ke PPP

REPUBLIKA
BANDUNG--Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendapat darah segar. Empat orang tokoh yang pernah meninggalkan partai itu, kini pulang kandang. Keempat tokoh itu, yakni Zainuddin MZ, Nur Muhammad Iskandar, Fadhil Hasan, dan Rhoma Irama.

''Sekarang mereka kembali ke PPP,'' ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Suryadharma Ali, di Bandung, Selasa (5/8). Ia menambahkan, nama-nama tersebut hanya sebagian kecil. Pasalnya, hingga kini sudah banyak tokoh dari kalangan artis, olahragawan, akademisi, dan profesional yang ikut bergabung dengan partai berlambang ka'bah ini.

Dikatakan Suryadharma, PPP sangat terbuka. Karena itulah, banyak kader lama yang kembali ke PPP. Padahal, sebelumnya mereka sudah pindah ke partai lain ataupun membentuk partai sendiri. Misalnya, Nur Muhammad Iskandar yang merupakan salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atau Zainuddin MZ yang mendirikan Partai Bintang Reformasi (PBR).

Keterbukaan ini, sambung Suryadharma, adalah konsekuensi dari upaya dan kerja keras PPP untuk mencapai perolehan suara sebanyak 15 persen. ''Pada prinsipnya, PPP ingin menjadi lebih baik,'' katanya menjelaskan. Untuk menjadi lebih baik, paparnya, PPP harus melakukan perubahan. Dulu, PPP sering kali disebut sebagai partai orang tua. Oleh karena itu, pihaknya melakukan regenerasi. Walaupun, anggapan partai orang tua itu, menurut Suryadharma, tidak salah. Karena, tanpa orang tua, tidak akan ada anak-anak muda. "'Yang diperlukan adalah perubahan pemikiran,'' sambung dia.

Ia pun menjelaskan, hingga kini regenerasi telah berjalan bagus. Makanya, banyak tokoh dari berbagai bidang masuk ke PPP. Namun, saat ditanyakan apakah Gus Dur kembali ke PPP, Suryadharma menjawabnya dengan tertawa kencang.
Mengenai calon presiden, Suryadharma mengungkapkan, PPP belum memutuskan hal tersebut. Namun, ia meyakinkan, meskipun belum ada, bukan berarti PPP tidak akan mengajukan nama orang internal sebagai calon presiden. Sedangkan, untuk wakil presiden, PPP pun belum memutuskan apa pun. ''Belum, daripada ge er,'' cetus dia.

PPP baru akan memutuskan capres dan cawapres setelah pemilu legislatif. Langkah itu diambil untuk mengetahui kekuatan partai dan peta politik yang akan terjadi di Pemilihan Presiden 2009. Yang jelas, saat ini pihaknya akan berupaya sekuat tenaga untuk meraih 15 persen suara.


Tuntutan 18 parpol
Sebanyak 18 partai politik (parpol) yang tergabung dalam Forum 18 Parpol, akan melakukan uji materi terhadap sejumlah ketentuan pemilu yang terdapat dalam UU No 10/2008 tentang Pemilu. Antara lain, soal aturan Parliamentary Threshold (PT) atau batas minimal perolehan kursi sebesar 2,5 persen di DPR. Juga, teknis pemilihan dengan contreng atau >cawang, bukan dengan pencoblosan. Selain itu, soal mekanisme kampanye, dan perlu tidaknya Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) bagi calon anggota legislatif.

Sejumlah 18 parpol yang bertemu di sela-sela rapat pimpinan nasional PPD tersebut, antara lain, PPD, Barisan Nasional, Partai Demokrasi Pembaruan, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Indonesia Sejahtera, Partai Karya Perjuangan, Partai Demokrasi Kebangsaan Indonesia, dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama.

Selanjutnya, Partai Kedaulatan, Partai Matahari Bangsa, Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia, Partai Pemuda Indonesia, Partai Patriot, Partai Peduli Rakyat Nasional, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia, Partai Perjuangan Indonesia Baru, dan Partai Republik Nusantara.Rapat tersebut sepakat membentuk Forum Komunikasi 18 Parpol (Forum 18 Parpol). Koordinator forum tersebut adalah Oesman Sapta, sedangkan sekretarisnya adalah Didi Supriyanto (Partai Demokrasi Pembaruan). ren/osa

Jumat, 01 Agustus 2008

Bonus Komisi Registrasi PULSA SUPER

# PULSA SUPER # Pendapatan komisi Anda pada : 31-07-2008 sebesar 10000 Saldo : XXXXXX
Sebuah pesan singkat yang saya terima 1 Agustus 2008 pukul 00:01:49, ketika saya sedang mengedit Blog saya....
Ya.... Lumayan itung-itung untuk isi pulsa saya...]
bagaimana dengan Anda yang sudah membaca blog saya berminat menjadi frontline PULSA SUPER.
Hubungi : CEK ZAKI (0856 69569 388)
info lengkap baca blog mengenai PULSA SUPER di SINI


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Ebook Download