INFO PALESTINA

Kamis, 07 Agustus 2008

Zainuddin MZ dan Rhoma Kembali ke PPP

REPUBLIKA
BANDUNG--Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendapat darah segar. Empat orang tokoh yang pernah meninggalkan partai itu, kini pulang kandang. Keempat tokoh itu, yakni Zainuddin MZ, Nur Muhammad Iskandar, Fadhil Hasan, dan Rhoma Irama.

''Sekarang mereka kembali ke PPP,'' ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Suryadharma Ali, di Bandung, Selasa (5/8). Ia menambahkan, nama-nama tersebut hanya sebagian kecil. Pasalnya, hingga kini sudah banyak tokoh dari kalangan artis, olahragawan, akademisi, dan profesional yang ikut bergabung dengan partai berlambang ka'bah ini.

Dikatakan Suryadharma, PPP sangat terbuka. Karena itulah, banyak kader lama yang kembali ke PPP. Padahal, sebelumnya mereka sudah pindah ke partai lain ataupun membentuk partai sendiri. Misalnya, Nur Muhammad Iskandar yang merupakan salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atau Zainuddin MZ yang mendirikan Partai Bintang Reformasi (PBR).

Keterbukaan ini, sambung Suryadharma, adalah konsekuensi dari upaya dan kerja keras PPP untuk mencapai perolehan suara sebanyak 15 persen. ''Pada prinsipnya, PPP ingin menjadi lebih baik,'' katanya menjelaskan. Untuk menjadi lebih baik, paparnya, PPP harus melakukan perubahan. Dulu, PPP sering kali disebut sebagai partai orang tua. Oleh karena itu, pihaknya melakukan regenerasi. Walaupun, anggapan partai orang tua itu, menurut Suryadharma, tidak salah. Karena, tanpa orang tua, tidak akan ada anak-anak muda. "'Yang diperlukan adalah perubahan pemikiran,'' sambung dia.

Ia pun menjelaskan, hingga kini regenerasi telah berjalan bagus. Makanya, banyak tokoh dari berbagai bidang masuk ke PPP. Namun, saat ditanyakan apakah Gus Dur kembali ke PPP, Suryadharma menjawabnya dengan tertawa kencang.
Mengenai calon presiden, Suryadharma mengungkapkan, PPP belum memutuskan hal tersebut. Namun, ia meyakinkan, meskipun belum ada, bukan berarti PPP tidak akan mengajukan nama orang internal sebagai calon presiden. Sedangkan, untuk wakil presiden, PPP pun belum memutuskan apa pun. ''Belum, daripada ge er,'' cetus dia.

PPP baru akan memutuskan capres dan cawapres setelah pemilu legislatif. Langkah itu diambil untuk mengetahui kekuatan partai dan peta politik yang akan terjadi di Pemilihan Presiden 2009. Yang jelas, saat ini pihaknya akan berupaya sekuat tenaga untuk meraih 15 persen suara.


Tuntutan 18 parpol
Sebanyak 18 partai politik (parpol) yang tergabung dalam Forum 18 Parpol, akan melakukan uji materi terhadap sejumlah ketentuan pemilu yang terdapat dalam UU No 10/2008 tentang Pemilu. Antara lain, soal aturan Parliamentary Threshold (PT) atau batas minimal perolehan kursi sebesar 2,5 persen di DPR. Juga, teknis pemilihan dengan contreng atau >cawang, bukan dengan pencoblosan. Selain itu, soal mekanisme kampanye, dan perlu tidaknya Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) bagi calon anggota legislatif.

Sejumlah 18 parpol yang bertemu di sela-sela rapat pimpinan nasional PPD tersebut, antara lain, PPD, Barisan Nasional, Partai Demokrasi Pembaruan, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Indonesia Sejahtera, Partai Karya Perjuangan, Partai Demokrasi Kebangsaan Indonesia, dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama.

Selanjutnya, Partai Kedaulatan, Partai Matahari Bangsa, Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia, Partai Pemuda Indonesia, Partai Patriot, Partai Peduli Rakyat Nasional, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia, Partai Perjuangan Indonesia Baru, dan Partai Republik Nusantara.Rapat tersebut sepakat membentuk Forum Komunikasi 18 Parpol (Forum 18 Parpol). Koordinator forum tersebut adalah Oesman Sapta, sedangkan sekretarisnya adalah Didi Supriyanto (Partai Demokrasi Pembaruan). ren/osa

0 komentar:


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Ebook Download